Aku Malu ~
bila solat sendiri
mulut kumat kamit
tapi aku tak faham
Aku Malu ~
bila solat berimam
imam melagu lagu
tapi aku tak faham
Aku Malu ~
bila belek Quran
aku kenal huruf
baca berlagu lagu
tapi tak bisa tangkap maksud
Aku Malu ~
bila berbicara tentang Islam
keluar berapi api
tentang Quran
tentang Hadis
tapi hakikatnya tak faham
Aku Malu ~
mengaku Islam
tapi tak faham Al Quran
tak faham hadis
sekadar taklid
Aku Malu ~
tapi sampai bila ?
Friday, July 23, 2010
~ BESARNYA ALLAH DALAM KEHIDUPAN INSAN ~
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang seperti sia-sia...Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...Allah sudah menghitung airmatamu.
Jika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja...Allah sedang menunggu bersama-samamu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menghubungimu...Allah sentiasa berada di sampingmu.
Ketika kau fikir bahwa kau sudah berusaha sesungguhnya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...Allah mempunyai jawapannya.
Ketika segalanya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan...Allah bersamamu untuk menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...sebenarnya Allah sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur...Allah telah pun memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... Allah akan tersenyum kepadamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Oleh itu ingatlah bahwa di manapun kau atau ke manapun kau berada...Allah akan mengetahui dan senantiasa berada di sampingmu.
Tuhan…
Dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmatMu di bumi
Tuhan…
Walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat padaMu
Seribu langkah Kau rapat padaku
Fi amanillah
Wassallam
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...Allah sudah menghitung airmatamu.
Jika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja...Allah sedang menunggu bersama-samamu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menghubungimu...Allah sentiasa berada di sampingmu.
Ketika kau fikir bahwa kau sudah berusaha sesungguhnya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...Allah mempunyai jawapannya.
Ketika segalanya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan...Allah bersamamu untuk menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...sebenarnya Allah sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur...Allah telah pun memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... Allah akan tersenyum kepadamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Oleh itu ingatlah bahwa di manapun kau atau ke manapun kau berada...Allah akan mengetahui dan senantiasa berada di sampingmu.
Tuhan…
Dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmatMu di bumi
Tuhan…
Walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat padaMu
Seribu langkah Kau rapat padaku
Fi amanillah
Wassallam
~ APABILA CINTA MENGETUK PINTU HATI KITA ~
Pabila cinta mengetuk pintu hati kita...........
janganlah kita terlalu cepat menerima cinta dan terpedaya oleh manisnya senyumannya, kerana mendung awan yang tebal itu pada mulanya juga kelihatan cahaya terang, dan janganlah kita tertipu dengan senyuman, sesungguhnya racun itu kadangkala terkandung dalam manisan.
Cinta merupakan suatu perasaan yang sukar digambarkan melalui kata-kata. Ia hanya dapat dinikmati secara mengalaminya sendiri. Cinta tidak dapat dipelajari tetapi untuk dialami.
uniknya cinta kerana ia adalah jelmaan kasih sayang yang teragung. dan...cinta menjadi jambatan penghubung kepada dua hati yang asalnya terpisah dan saling tidak mengerti.
Sedihnya jika cinta sudah tiada di hati kita,menandakan salah satu nikmat ALLAH telah tercabut daripada kita. sedang cinta merupakan salah satu nikmat teragung ALLAH terhadap hamba-hamba-Nya.
Sememangnya kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi, kasih ALLAH tiapa bertepi, sayang ALLAH janjinya pasti. ALLAH merupakan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.jadi, tak perlulah kita membandingkan cinta manusia yang tidak seberapa ini dengan cinta ALLAH. Kerana manusia mempunyai kelemahan dan kekuatannya yang tersendiri. Dan kita harus belajar menerima seseorang itu seadanya.
Namun,manusia yang beruntung sebenarnya adalah manusia yang meniti di atas cinta, memperolehi cinta untuk menyedari kedudukannya sebagai insan kerdil di bawah kebesaran ILLAHI.
Cintailah sesuatu itu sekadar saja, berkemungkinan ia kan menjadi kebencianmu suatu ketika. Bencilah yang engkau benci itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kecintaanmu pada suatu ketika.
jadilah insan yang berPERASAAN,
tapi bukannya insan yang PERASAN
semoga cinta kita di dalam Redha ILLAHI...
janganlah kita terlalu cepat menerima cinta dan terpedaya oleh manisnya senyumannya, kerana mendung awan yang tebal itu pada mulanya juga kelihatan cahaya terang, dan janganlah kita tertipu dengan senyuman, sesungguhnya racun itu kadangkala terkandung dalam manisan.
Cinta merupakan suatu perasaan yang sukar digambarkan melalui kata-kata. Ia hanya dapat dinikmati secara mengalaminya sendiri. Cinta tidak dapat dipelajari tetapi untuk dialami.
uniknya cinta kerana ia adalah jelmaan kasih sayang yang teragung. dan...cinta menjadi jambatan penghubung kepada dua hati yang asalnya terpisah dan saling tidak mengerti.
Sedihnya jika cinta sudah tiada di hati kita,menandakan salah satu nikmat ALLAH telah tercabut daripada kita. sedang cinta merupakan salah satu nikmat teragung ALLAH terhadap hamba-hamba-Nya.
Sememangnya kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi, kasih ALLAH tiapa bertepi, sayang ALLAH janjinya pasti. ALLAH merupakan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.jadi, tak perlulah kita membandingkan cinta manusia yang tidak seberapa ini dengan cinta ALLAH. Kerana manusia mempunyai kelemahan dan kekuatannya yang tersendiri. Dan kita harus belajar menerima seseorang itu seadanya.
Namun,manusia yang beruntung sebenarnya adalah manusia yang meniti di atas cinta, memperolehi cinta untuk menyedari kedudukannya sebagai insan kerdil di bawah kebesaran ILLAHI.
Cintailah sesuatu itu sekadar saja, berkemungkinan ia kan menjadi kebencianmu suatu ketika. Bencilah yang engkau benci itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kecintaanmu pada suatu ketika.
jadilah insan yang berPERASAAN,
tapi bukannya insan yang PERASAN
semoga cinta kita di dalam Redha ILLAHI...
Thursday, July 22, 2010
~ DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA ~
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya.
Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musaa.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina"
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.
Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.
Wassalam
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yng munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)
"Qul, Amantu bil-Lahi, tsumnas-taqim" Katakanlah! Aku percaya kepada Allah dan kemudian pegang teguhlah pendirian itu.
Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musaa.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina"
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.
Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.
Wassalam
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yng munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)
"Qul, Amantu bil-Lahi, tsumnas-taqim" Katakanlah! Aku percaya kepada Allah dan kemudian pegang teguhlah pendirian itu.
~ DETIK-DETIK RASULULLAH SAW MENJELANG SAKRATUL MAUT ~
Ada sebuah kisah tentang kesungguhan cinta yang dicontohkan Allah tentang kehidupan RasulNya. Pagi itu, walau langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara lemah berkata, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepadaNya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk syurga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Uthman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cepat menyambut Rasulullah yang terjatuh saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau boleh. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayah, sepertinya ia baru sekali ini ku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.
Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril berpaling muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat penghantar wahyu itu. " Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
:: kisah ini dipetik dari sebuah blog...maafkan sy kerana mengambil tanpa kebenaran anda..tp saya berniat untuk mengongsikannya dengan umat islam yang lain...semoga ianya memberi keinsafan kepada sesiapa yg membacanya...Amin Ya Rabb Alamin
Pagi itu, Rasulullah dengan suara lemah berkata, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepadaNya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk syurga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Uthman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cepat menyambut Rasulullah yang terjatuh saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau boleh. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayah, sepertinya ia baru sekali ini ku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.
Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril berpaling muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat penghantar wahyu itu. " Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
:: kisah ini dipetik dari sebuah blog...maafkan sy kerana mengambil tanpa kebenaran anda..tp saya berniat untuk mengongsikannya dengan umat islam yang lain...semoga ianya memberi keinsafan kepada sesiapa yg membacanya...Amin Ya Rabb Alamin
Wednesday, July 21, 2010
~ SUAMI PERLU SABAR MEMBIMBING ISTERI ~
SUAMI tidak boleh membenci isterinya atau sampai menceraikannya, hanya kerana satu tingkah laku isteri yang tidak menyenangkan. Sebaliknya, dia dituntut mengambil kira perilaku lain isterinya yang menyenangkan, sebelum membuat sebarang keputusan. Sabda Rasulullah saw, bermaksud: "Sesungguhnya, orang perempuan itu dicipta dari tulang rusuk. Dia tidak akan boleh lurus pada satu jalan. Jika kamu mencari kepuasan dengannya, nescaya kamu dapat kepuasan darinya, padahal dia tetap bengkok.
Dan jika kamu hendak meluruskannya, bererti kamu cuba mematahkan, sedangkan mematahkan (bererti) menceraikannya." (Hadis riwayat Muslim) Hadis itu menggambarkan tingkah laku perempuan atau isteri yang sejak lahir, memang dipengaruhi oleh sifat-sifatnya yang asal. Betapa rumit dan sukarnya mendidik wanita. Jika dididik dengan kasar, maka akan patah (gagal). Kalau dibiarkan, maka semakin parah tingkah lakunya. Oleh itu, dalam mengendalikan urusan dengan isteri, seorang suami harus sabar dan bijaksana, tahu masalah dan keadaannya.
Jangan terlalu berkasar atau berlembut dalam mendidik isteri. InsyaAllah, dia akan diberikan ganjaran kejayaan seorang isteri yang salih. Seorang isteri pula, di samping taat kepada Allah, perlu taat kepada suaminya. Jika kedua-dua tugas itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka syurgalah baginya. Isteri itu akan dipersilakan masuk ke dalam syurga melalui mana-mana pintu yang dikehendakinya.
Sabda Rasulullah, maksudnya: "Jika seorang perempuan sembahyang lima waktunya, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, pasti dia masuk syurga dari pelbagai pintu yang dikehendakinya." (Hadis riwayat Ibnu Hibban) Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya bagi seorang perempuan (isteri)?" Baginda bersabda: "Suaminya." Aku bertanya lagi: "Siapakah yang lebih besar haknya bagi orang lelaki?" Baginda bersabda: "Ibunya." (Riwayat Bazaar dan Hakim).
Isteri mempunyai satu kewajipan besar dan penting terhadap suami. Sebelum kewajipan lain dilaksanakan, kewajipan terhadap suami harus didulukan. Berbeza dengan suami, dia mempunyai kewajipan amat besar terhadap ibunya. Sejauh mana kemampuannya, dia perlu memenuhi setiap keperluan ibunya, kerana itu kewajipan yang mesti dilaksanakan. Rasulullah bersabda, maksudnya: "Wanita yang taat terhadap suaminya, diminta ampun oleh burung di angkasa, ikan-ikan dalam air, malaikat di langit, matahari dan bulan, selama wanita itu ada dalam kerelaan suaminya.
Dan setiap wanita yang derhaka kepada suaminya, maka kepadanyalah laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya. "Dan setiap wanita yang bermuka masam di muka suaminya, justeru, dia ada dalam kemurkaan Allah sampai dia (wanita/isteri) bersenda gurau dengan suaminya dan dia meminta kerelaanya. Dan setiap wanita yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, justeru, malaikat melaknatnya hingga dia pulang." (Hadis riwayat Al Bazzar).
Dan jika kamu hendak meluruskannya, bererti kamu cuba mematahkan, sedangkan mematahkan (bererti) menceraikannya." (Hadis riwayat Muslim) Hadis itu menggambarkan tingkah laku perempuan atau isteri yang sejak lahir, memang dipengaruhi oleh sifat-sifatnya yang asal. Betapa rumit dan sukarnya mendidik wanita. Jika dididik dengan kasar, maka akan patah (gagal). Kalau dibiarkan, maka semakin parah tingkah lakunya. Oleh itu, dalam mengendalikan urusan dengan isteri, seorang suami harus sabar dan bijaksana, tahu masalah dan keadaannya.
Jangan terlalu berkasar atau berlembut dalam mendidik isteri. InsyaAllah, dia akan diberikan ganjaran kejayaan seorang isteri yang salih. Seorang isteri pula, di samping taat kepada Allah, perlu taat kepada suaminya. Jika kedua-dua tugas itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka syurgalah baginya. Isteri itu akan dipersilakan masuk ke dalam syurga melalui mana-mana pintu yang dikehendakinya.
Sabda Rasulullah, maksudnya: "Jika seorang perempuan sembahyang lima waktunya, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, pasti dia masuk syurga dari pelbagai pintu yang dikehendakinya." (Hadis riwayat Ibnu Hibban) Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya bagi seorang perempuan (isteri)?" Baginda bersabda: "Suaminya." Aku bertanya lagi: "Siapakah yang lebih besar haknya bagi orang lelaki?" Baginda bersabda: "Ibunya." (Riwayat Bazaar dan Hakim).
Isteri mempunyai satu kewajipan besar dan penting terhadap suami. Sebelum kewajipan lain dilaksanakan, kewajipan terhadap suami harus didulukan. Berbeza dengan suami, dia mempunyai kewajipan amat besar terhadap ibunya. Sejauh mana kemampuannya, dia perlu memenuhi setiap keperluan ibunya, kerana itu kewajipan yang mesti dilaksanakan. Rasulullah bersabda, maksudnya: "Wanita yang taat terhadap suaminya, diminta ampun oleh burung di angkasa, ikan-ikan dalam air, malaikat di langit, matahari dan bulan, selama wanita itu ada dalam kerelaan suaminya.
Dan setiap wanita yang derhaka kepada suaminya, maka kepadanyalah laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya. "Dan setiap wanita yang bermuka masam di muka suaminya, justeru, dia ada dalam kemurkaan Allah sampai dia (wanita/isteri) bersenda gurau dengan suaminya dan dia meminta kerelaanya. Dan setiap wanita yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, justeru, malaikat melaknatnya hingga dia pulang." (Hadis riwayat Al Bazzar).
~ MAMPUKAH AKU ~
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
Mengalir air mataku
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan abuyanya, yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah....
Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Di terik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar....
Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
Mengalir air mataku
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan abuyanya, yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah....
Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Di terik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar....
Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Subscribe to:
Posts (Atom)